
MINUT, Titikkomanews – Inovasi digital unggulan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menarik perhatian publik nasional.
Program “Si Gesit” (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat) yang digagas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut, di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, kini mulai direplikasi oleh sejumlah daerah lain di Indonesia karena dinilai efektif meningkatkan layanan informasi dan penanganan bencana.
Kepala BPBD Minahasa Utara Theodore Lumingkewas menjelaskan bahwa “Si Gesit” pada awalnya diluncurkan pada awal tahun 2023 sebagai aplikasi sederhana untuk memudahkan masyarakat melaporkan kejadian bencana di wilayah Minut. Namun seiring perkembangan kebutuhan sistem layanan kebencanaan, inovasi ini terus dikembangkan menjadi platform digital yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

“Awalnya aplikasi ini dibuat hanya untuk memudahkan masyarakat melaporkan kejadian bencana. Tapi saat ini “Si Gesit” sudah berkembang jauh lebih lengkap dengan berbagai fitur pendukung informasi kebencanaan,” ujar Lumingkewas.


Fitur Aplikasi “Si Gesit” Saat Ini
Melalui aplikasi versi mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, antara lain:
• Pelaporan kejadian bencana secara langsung
• Melihat prakiraan cuaca
• Informasi gempa bumi
• Peta risiko bencana
• Edukasi kebencanaan
Selain versi aplikasi, kini telah tersedia juga “Si Gesit” versi web melalui domain resmi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Versi web menyediakan fitur tambahan yang lebih teknis dan valid, di antaranya:
• Pelaporan kejadian bencana hanya dapat dilakukan oleh relawan terdaftar, sehingga laporan lebih tervalidasi.
• Laporan kejadian ditampilkan langsung dalam bentuk peta lengkap beserta foto, sehingga riwayat kejadian berulang di lokasi dapat dipetakan.
• Tersedia database relawan yang terintegrasi.
Rencana Pengembangan Selanjutnya
BPBD Minut menargetkan penguatan sistem melalui agenda pengembangan utama:
• Pendaftaran resmi aplikasi Si Gesit di Play Store agar lebih mudah diakses publik
• Pengembangan sebagai database resmi kebencanaan daerah
Kini, inovasi Si Gesit yang juga menjadi nominator Innovative Government Award (IGA) 2025, tengah dilirik sejumlah daerah di Indonesia untuk direplikasi sebagai model sistem manajemen kebencanaan berbasis digital yang efektif dan adaptif.
Lumingkewas berharap keberadaan “Si Gesit” terus memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat dan mendukung percepatan respon pemerintah daerah dalam situasi darurat.
“Tujuan utama kami sederhana: keselamatan masyarakat adalah prioritas. Dengan “Si Gesit”, semua pihak bisa bergerak cepat, tepat, dan terintegrasi,” Kata Kalaks Theo Lumingkewas.
Inovasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen JG-KWL dalam menghadirkan transformasi digital di bidang keselamatan dan mitigasi bencana.

Belum lama ini, Kabupaten Gorontalo telah melakukan kunjungan langsung untuk mereplikasi “Si Gesit” untuk diterapkan. Tak hanya Gorontalo, Kamis 4 Desember, Kabupaten Purwakarta melalui satuan Dinas Damkar melakukan kunjungan studi tiru melalui link zoom meeting untuk mereplikasi “Si Gesit”.

Selain itu juga, Bitung, Manado dan Tomohon, Kota-kota di Provinsi Sulawesi Utara ini telah mereplikasi Inovasi digital “Si Gesit” untuk diterapkan dan non digital yakni “Koin Perak Lapis Emas”.
Pada tanggal 8 – 10 Desember 2025 dalam rangkaian pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025, akan dilaksanakan kegiatan Pameran Inovasi Daerah dan Seminar Internasional yang dilaksanakan Badan Strategi Kebijakan Kemendagri, berlangsung di Kempinski Grand Ballroom Jl. Kebon Kacang Raya, Kota Jakarta Pusat.
Dimana, tujuan kegiatan merupakan wadah diseminasi inovasi daerah yang diharapkan akan menjadi bahan replikasi antar daerah. Dan Kabupaten Minahasa Utara ikut menjadi salah satu peserta pameran yang menghadirkan inovasi kategori digital dan non-digital yaitu “Si Gesit” dan “Koin Perak Lapis Emas”.
Kabar baik lainnya juga, Bupati Minut Joune Ganda yang juga Sekertaris Jendral APKASI, mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam seminar internasional Inovasi Daerah. Bupati Joune didapuk menjadi narasumber untuk membahas tantangan dan strategi membangun kolaborasi lintas sektor yang efektif dan berkelanjutan serta menyebarluaskan praktik baik melalui Koordinasi Urusan Rutin Bulanan Kabupaten (Kurbuk) BEST PRACTICES serta Koordinasi Urusan Tertentu dan Terpadu (Kurtup) inovasi yang sukses melalui pendekatan kolaboratif.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh






