Pemkab Minut Salurkan Makanan Siap Saji, Kadis Jofieta: Instruksi Bupati, Pantau dan Kawal!

MINUT, Titikkomanews – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bergerak cepat memberikan bantuan bagi para siswa dan guru korban dugaan keracunan makanan yang kini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Minahasa Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Minut, Jofieta Supit, hingga sore menjelang malam, Rabu (27/11), masih berada di RSU GMIM Tonsea Airmadidi untuk memantau langsung penanganan para korban bersama tim medis.

Pemantauan juga dilakukan di RSUD Maria Walanda Maramis dan RS Hermana Lembean, tempat sebagian siswa lainnya dirawat.

“Sejak tadi malam hingga siang bahkan sore menjelang ini, kami terus memantau kondisi para siswa dan guru yang menjadi korban di tiga rumah sakit. Hingga saat ini anak-anak sementara ditangani. Ada yang rawat jalan dan ada yang rawat inap,” ujar Jofieta Supit.

Ia menjelaskan, tingginya jumlah pasien membuat ruang UGD di RSU Tonsea sempat kewalahan karena terjadi lonjakan pasien dalam waktu singkat. Bahkan beberapa korban sempat tidak mendapat tempat tidur dan hanya ditangani di lorong-lorong.

“Di RSU Tonsea kekurangan tempat tidur dan ruang perawatan, sehingga aula dibuka untuk ruang perawatan sementara. Kasur tambahan sudah dibantu BPBD,” jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah, Pemkab Minut melalui Dinas Pendidikan menyalurkan makanan siap saji bagi keluarga korban yang mendampingi.

Jofieta menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk sigap menangani dan mendampingi para korban hingga pulih.

“Bupati menginstruksikan agar kami terus memantau dan mendampingi. Pemerintah hadir untuk memastikan penanganan berjalan maksimal dan anak-anak mendapat perawatan terbaik,” tegasnya didampingi Sekertaris Nola Wenas dan Kabid Deasy Ombuh dan Kabid Novita Tumilantouw dan Kepsek SMP Negeri 2 Airmadidi Agnes Mantiri.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi sejumlah korban telah membaik dan sebagian di antaranya diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memastikan terus memonitor perkembangan penanganan kasus ini.(**)
Sweidy Pongoh

Pos terkait

Titik Koma News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *