MINUT, Titikkomanews – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jofieta Supit, menghadiri Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar pada 9–11 Februari 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen.

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, forum strategis tingkat nasional ini mempertemukan 906 peserta dari seluruh Indonesia.
Para peserta terdiri dari kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, pejabat kementerian, serta pemangku kepentingan sektor pendidikan lainnya.

Konsolnas 2026 menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung transformasi pendidikan nasional. Sedikitnya terdapat sembilan kebijakan prioritas yang dibahas, di antaranya implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, percepatan digitalisasi sekolah, serta penguatan kurikulum berbasis teknologi termasuk coding dan kecerdasan artifisial (AI).
Kadis Pendidikan Minut, Jofieta Supit, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulong (JG-KWL) dalam mendukung kebijakan prioritas tersebut.
Kadis menyebut, Minut menunjukkan capaian signifikan dalam program revitalisasi satuan pendidikan.

“Puji syukur, Kabupaten Minahasa Utara menjadi kabupaten/kota terbanyak penerima revitalisasi tahun 2025 se-Provinsi Sulawesi Utara. Ada 17 satuan pendidikan yang telah direvitalisasi dan telah siap digunakan untuk proses pembelajaran, terdiri dari 10 SD dan 7 SMP,” ungkap Supit.
Menurutnya, revitalisasi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak dan representatif bagi siswa dan tenaga pendidik.
Ia menambahkan, partisipasi semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan inklusif sebagaimana tema besar Konsolnas tahun ini.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Program ini harus kita rawat dan kawal bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, menyenangkan, dan bermakna demi kemajuan bangsa, terlebih untuk daerah tercinta Kabupaten Minahasa Utara,” tegasnya.
Melalui keikutsertaan dalam Konsolnas Dikdasmen 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara diharapkan semakin siap mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis nasional, sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan dasar dan menengah di daerah secara berkelanjutan.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh






