Instruksi Tegas Bupati Joune Ganda: RS Diminta Fokus Tangani Korban Dugaan Keracunan SMPN 2 Airmadidi

MINUT, Titikkomanews – Bupati Minahasa Utara Joune Ganda bergerak cepat menyikapi insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi usai mengonsumsi Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/11/2025).

Bupati langsung menginstruksikan seluruh jajaran terkait, terutama sektor kesehatan dan pendidikan, untuk berkolaborasi membantu penanganan medis di rumah sakit tempat para korban dirawat.
“Sejak menerima laporan, saya langsung memerintahkan semua OPD sesuai tupoksi masing-masing untuk membantu rumah sakit yang menangani korban,” tegas Bupati Joune Ganda.

Bupati menekankan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan cepat dan maksimal tanpa hambatan, terutama terkait administrasi kesehatan.

“Biasanya dalam kondisi darurat, sering ada masalah administrasi seperti kepesertaan BPJS yang sudah tidak aktif atau belum lengkap. Saya tegaskan, itu tidak boleh jadi alasan menunda atau menolak pelayanan. Semua harus dilayani sama, baik BPJS aktif maupun tidak. Administrasi bisa dilengkapi setelahnya,” ujar Joune Ganda.

Bupati juga memerintahkan BPBD Minut untuk segera mendukung kebutuhan logistik di RS yang menangani korban, termasuk suplai kasur tambahan untuk ruang perawatan darurat.

“Kehadiran kami untuk memastikan semua korban ditangani serius dan tuntas, tanpa polemik lain di luar penanganan medis,” kata Sekjen Apkasi tersebut sembari menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus.

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay tampak mengunjungi para korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum GMIM Tonsea, Sore tadi.

Kadis Pendidikan Pantau Langsung di RS
Kepala Dinas Pendidikan Minut, Jofieta Supit, yang berada langsung di RSU Tonsea Airmadidi, mengungkapkan sejak malam hingga siang pihaknya terus memantau kondisi para siswa dan guru yang menjadi korban di tiga rumah sakit.

“Hingga saat ini anak-anak sementara ditangani. Ada yang rawat jalan dan ada yang rawat inap,” ungkap Jofieta.
Dia mengakui ruang UGD sempat kewalahan karena lonjakan pasien, bahkan beberapa korban belum kebagian tempat tidur.

“Di RSU Tonsea kekurangan tempat tidur dan ruang perawatan, sehingga aula dibuka untuk ruang perawatan sementara. Kasur tambahan sudah dibantu BPBD,” jelasnya.

Puluhan Korban Dilarikan ke RS

Insiden dugaan keracunan ini menimbulkan kepanikan karena selain siswa, sejumlah guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Para korban segera dievakuasi ke beberapa rumah sakit di Minut, yakni RSUD Walanda Maramis, RSU Tonsea, dan RSU Hermana Lembean.
Mayoritas korban mengeluhkan sakit perut, muntah, dan diare akut.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah terus melakukan penanganan dan pemantauan intensif terhadap kondisi para korban.(***)
Sweidy Pongoh

Pos terkait

Titik Koma News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *