MINUT, Titikkomanews – Menyambut perayaan Natal, Bank SulutGo Cabang Airmadidi menghadirkan suasana berbeda dengan menghiasi ornamen Natal di anjungan tunai mandiri (ATM) serta area perkantoran. Langkah ini menjadi bentuk partisipasi Bank SulutGo dalam memeriahkan Natal sekaligus memberikan kenyamanan bagi para nasabah yang melakukan transaksi.

Pimpinan Cabang BSG Airmadidi, Maykel R Rantung melalui Manager Kantor KAS Pemkab Minut mengatakan bahwa momentum Natal dimaknai sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ditambahkan, bahwa momentum Natal dimaknai sebagai kesempatan untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
“Momentum Natal ini menjadi pengingat bagi Torang pe Bank untuk terus menyambut Natal dengan semangat kebersamaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh customer,” ujar Oshin sapaan akrabnya.
Selain memperindah lingkungan kantor kata Oshin, semangat Natal juga diwujudkan melalui komitmen seluruh jajaran Bank SulutGo Cabang Airmadidi dalam memberikan layanan yang ramah, cepat, dan profesional.
“Di tengah kesibukan kantor-kantor pemkab yang melewati akhir taon untuk memproses SP2D Gaji / TPP PNS/P3K serta SP2D lainnya, kami tetap menikmati sukacita menyambut Natal,” bebernya.
Pantauan media ini di wilayah Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan bahwa ornamen Natal pada fasilitas perbankan masih jarang ditemui. Hingga saat ini, ATM Bank SulutGo Cabang Airmadidi menjadi satu-satunya yang terlihat memasang ornamen Natal. Bahkan, di sejumlah ATM bank lainnya di wilayah Minahasa Utara maupun di beberapa area Sulawesi Utara, belum tampak adanya pemasangan ornamen serupa.
Kehadiran dekorasi Natal di Bank SulutGo Cabang Airmadidi ini diharapkan dapat menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan, sekaligus memperkuat citra perbankan yang dekat dengan masyarakat dan peka terhadap momentum keagamaan.
Dengan suasana Natal yang kental, Bank SulutGo berharap kehadirannya dapat memberikan pengalaman layanan perbankan yang lebih nyaman sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Minahasa Utara.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh






