“Si Gesit” Joune Ganda Bawa “Koin Perak Lapis Emas” Jadi Daerah Terinovasi di Indonesia

MINUT, Titikkomanews – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune J.E. Ganda dan Wabup Kevin Wiliam Lotulong (JG-KWL), Minahasa Utara resmi ditetapkan sebagai kabupaten sangat inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 400.10.11-6097 Tahun 2025 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, tertanggal 9 Desember 2025. Berdasarkan daftar lampiran SK Mendagri tersebut, Kabupaten Minahasa Utara berhasil meraih skor 75,15 dan masuk dalam kategori “Sangat Inovatif.”

Capaian ini semakin istimewa karena Minahasa Utara tercatat sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara yang berhasil meraih predikat “Sangat Inovatif”. Secara nasional, Minut berada dalam kategori yang sama bersama 69 kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini tidak lepas dari hadirnya sejumlah inovasi unggulan daerah, di antaranya “Koin Perak Lapis Emas” dan “Si Gesit” (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat).

Inovasi “Koin Perak Lapis Emas” dinilai efektif dalam mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi masyarakat, sementara “Si Gesit” menjadi inovasi digital strategis dalam mendukung sistem mitigasi dan penanggulangan bencana berbasis teknologi.

Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa inovasi merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Minahasa Utara mampu beradaptasi dengan tantangan pembangunan melalui solusi kreatif dan kolaboratif.

Bupati Joune Ganda yang juga Sekjen APKASI didampingi Kepala BRIDA Lidya Warouw usai menerima penghargaan Terinovasi di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Minahasa Utara, Lidya Warouw, menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas perangkat daerah.

“Capaian ini merupakan kerja kolaborasi yang hebat bersama Dinas Perdagangan dan BPBD dalam menciptakan inovasi, sehingga Minahasa Utara boleh meraih predikat Daerah Terinovasi di Indonesia Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BSKDN (Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri) Kemendagri,” ujar Lidya Warouw.

Ia menambahkan, BRIDA Minut akan terus mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi indikator penilaian nasional, tetapi juga memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan raihan predikat “Sangat Inovatif” ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah pelopor inovasi di Sulawesi Utara dan menjadi rujukan nasional dalam pengembangan inovasi daerah berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.

Ditambahkan Kepala BPBD Theodore Lumingkewas dan Kadis Perdagangan Maximilian Tapada, bahwa kedepannya jika ada daerah lain yang akan mereplikasi Si Gesit dan Koin Perak Lapis Emas, keduanya mengaku siap membagikan inovasi tersebut untuk diterapkan di daerah lain.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh

Pos terkait

Titik Koma News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *