MINUT, Titikkomanews – Menindaklanjuti pertemuan teknis sebelumnya, Tim Penyusun Renkon Kabupaten Minahasa Utara hari ini melaksanakan Workshop Penyusunan Draf Nol. Fokus utama kegiatan adalah analisis data risiko dan penyusunan skenario kejadian banjir.
Berdasarkan data Kajian Risiko Bencana tahun 2024-2028, Kabupaten Minahasa Utara memiliki potensi bahaya banjir dengan kelas risiko “Tinggi”. Total luas bahaya banjir kategori tinggi di wilayah ini mencapai 6.399,54 hektar, dengan Kecamatan Wori dan Likupang Timur mencatatkan luasan dampak terbesar.
Dalam workshop ini, peserta menyusun skenario kejadian yang realistis berdasarkan data ilmiah dan sejarah kebencanaan.
Skenario yang disusun mencakup asumsi dampak pada aspek kependudukan, fasilitas aset, ekonomi, hingga lingkungan.
“Skenario harus disepakati bersama. Kita menyiapkan alternatif skenario mulai dari ringan, sedang, hingga berat atau terburuk, agar penanganan saat darurat nanti bisa lebih terarah,” jelas tim penyusun saat membedah data potensi penduduk terpapar yang mencapai 72.522 jiwa di seluruh Kabupaten Minahasa Utara.
Penyusunan draf nol ini meliputi struktur situasi, tugas pokok, hingga konsep operasi yang berfokus pada tindakan saat tanggap darurat.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh






