CUACA Cerah dengan langit yang indah, ombak yang tenang menyambut kedatangan rombongan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Jofieta Supit dan jajaran, Jumat 28 November 2025 kemarin, di SDN Airbanua Kelas Wawunian, Pulau Talise.
Pagi itu, sekira pukul 6:30 kala langit senja menyinari tepian pantai desa Serei di pelabuhannya, membawa rombongan jajaran Disdik Minut ke kelas belajar yang nyaris terisolasi.

Menyebrangi lautan ke pulau Talise, Kepulauan di ujung pulau Sulawesi bagian utara yang menjadi bagian dari Kabupaten Minahasa Utara, tak semulus untuk dilalui bagi sebagian orang yang tak biasa.
Perjalanan tim pun tak begitu mudah. Dimana, untuk sampai ke lokasi tujuan, rombongan tim harus melewati jalan berbukit dan curam yang jika hujan akan terasa licin dan becek.
Sesampainya, ruang kelas seluas 5×10 meter yang dibangun swadaya warga dibantu pihak sekolah, menggunakan triplek sebagai dinding, seng bekas sebagai atap dan dengan tiang kayu sebagai penyangga, sehingga ruangan kelas disekat menjadi beberapa ruangan belajar dan satu ruangan guru.
Ruang belajar, walaupun terlihat sempit dengan ukuran yang ada, namun tak menyulutkan semangat anak pulau terluar di Kabupaten Minut yang imut, untuk para siswa mencari ilmu menggapai harapan dan impian.
Kunjungan Kadis Jofieta Supit didampingi Sekertaris Nola Wenas, Kabid PPTK Nousye Novita Tumilantouw, Koorwas Djefry Worang, Kepsek SD Inpres Matungkas Sosana Susan Lumatauw, para pengawas dan staf di Dinas Pendidikan, bertujuan untuk melakukan tatap muka dan menyalurkan bantuan peralatan sekolah (sepatu dan seragam) bagi siswa, serta memberikan motivasi sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada para siswa-siswi di kepulauan.
Dimana, kehadiran rombongan tim disambut nyanyian para siswa-siswi kelas Wawunian yang totalnya berjumlah kurang lebih 38 anak.
Rasa haru yang tak terbayangkan terpampang di wajah Kadis Jofieta dan rombongan saat menatap sumringah para siswa yang seakan tak kekurangan meskipun banyak fasilitas pendidikan yang masih jauh dari kata kurang.
“Ibu Jofieta, janjimu telah kau tepati.
Orang baik tak ingkar janji
Kau pun bantu kami,
impian kami makin dekat.
Kau harapan kami
Tak ku lupa budimu
akan kupatri di dalam hati,” tutur ungkapan hati salah seorang siswa membacakan puisi mewakili puluhan anak SDN Airbanua kelas Wawunian di pulau Talise.
Bukan sepatu, bukan seragam sekolah, bahkan bukan hanya juga alat tulis menulis untuk belajar. Kehadiran ini disambut penuh haru dan sukacita para siswa beserta masyarakat setempat.


Ada secercah harapan baru bagi masa depan anak-anak di daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih dalam pemerataan akses pendidikan, ketika dikunjungi.
Semoga, kunjungan ini tidak hanya sekadar silaturahmi, namun juga membawa misi penting untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan, sarana belajar, serta kebutuhan para guru dan siswa di pulau Talise dan sekolah lainnya yang ada di wilayah Kepulauan.
Melihat dari jauh, ada harapan untuk perhatian ini berlanjut pada dukungan nyata seperti penyediaan fasilitas belajar yang memadai, pemerataan tenaga pendidik, serta program peningkatan kualitas pendidikan lainnya.
Semoga, kunjungan Kadis Pendidikan Jofieta Supit mewakil Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulong (JG-KWL) ini, menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan tidak menutup mata terhadap tantangan pendidikan di wilayah terluar.

Tentu, sinergitas para pemangku kepentingan seperti komite, sekolah dan masyarakat, diharapkan dapat menjadikan pendidikan di kepulauan berkembang lebih maju dan semakin layak.
“Rakyatku adalah Keluargaku” semoga tak hanya menjadi slogan atau jargon semata, melainkan dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata menyentuh kebutuhan dasar.(***)
Penulis: Sweidy Pongoh
(UKW:30506)
“Ibu Jofieta, janjimu telah kau tepati.





