Si Jago Merah Beraksi di Desa Mapanget Subuh Tadi, Dua Warga Meninggal 

MINUT, Titikkomanews — Kebakaran kembali menggegerkan warga Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, pada subuh tadi. Si jago merah yang tiba-tiba membesar dengan cepat membuat suasana panik, sementara warga dan pemerintah desa berupaya melakukan pertolongan semaksimal mungkin.

Kebakaran ini melanda satu unit rumah permanen milik keluarga Syarif–Manangka di Perumahan Mapanget Griya Indah 3 Blok D No.12, Jaga 10, Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, pada Jumat (21/11) sekitar pukul 03.20 WITA. Peristiwa tragis ini menelan dua korban jiwa serta mengakibatkan kerugian materil yang cukup besar.
“Kebakaran desa mapanget, kecamatan Talawaan yang terjadi, memakan korban 2 orang dan tidak bisa diselamatkan. Korban merupakan warga yang beralamat Desa Mapanget, tepatnya di perumahan griya III jaga 12,” kata Kumtua Mapanget melalui Sekdes Ansye Maramis.

Atas kejadian tersebut, pemerintah desa mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi sumber api di lingkungan rumah masing-masing, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran.

Dua Korban Meninggal Terjebak di Dalam Kamar:

Dua korban yang ditemukan meninggal dunia adalah:
• Zulfikar Syarief (32)
TTL: Manado, 06 Februari 1993
Jenis Kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Karyawan swasta
Alamat: Tempat kejadian
• Mafaza Humaiarah Syarief (6)
TTL: Manado, 19 Mei 2019
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat: Tempat kejadian

Keduanya ditemukan dalam keadaan hangus terbakar pada pukul 04.45 WITA setelah petugas berhasil memadamkan api di bagian depan dan kamar depan rumah.

Camat Talawaan, Alexander Warbung tampak meninjau lokasi kejadian Kebakaran di Desa Mapanget. 

Kronologi Kejadian Menurut Saksi:

Menurut keterangan saksi bernama Jafier Tawaang (18), kebakaran pertama kali diketahui ketika ia sedang duduk bersama temannya di rumah Keluarga Maluegha Pinaria yang berada dekat lokasi kejadian. Tiba-tiba mereka mendengar teriakan perempuan memanggil nama “Fikar… Fikar…”. Perempuan tersebut adalah Wati Manangka, pemilik rumah, yang berteriak meminta pertolongan karena anak dan cucunya masih terjebak di dalam kamar depan yang sudah dilalap api.

Warga pun berusaha memberikan pertolongan dengan membangunkan penduduk sekitar, serta mencoba memecahkan jendela kamar. Namun, upaya tersebut gagal akibat terali besi dan kobaran api yang sudah membesar, memaksa warga mundur dan menghubungi kepala jaga serta petugas pemadam kebakaran.

Petugas Pemadam dan Aparat Sigap Tiba di Lokasi:
Respons cepat petugas tercatat sebagai berikut:
• 03.40 WITA: Babinsa Mapanget, Serma Hence Kandou, tiba dan mengamankan warga agar tidak mendekati titik api.
• 03.42 WITA: Empat unit Damkar Kota Manado tiba dan langsung melakukan pemadaman.
• 03.50 WITA: Satu unit Water Canon Sat Brimob Sulut tiba membantu pemadaman.
• 03.52 WITA: Tiga unit Damkar Pemkab Minut turut memperkuat upaya pemadaman.
• 05.05 WITA: Kapolsek Dimembe tiba di lokasi.
• 05.10 WITA: Tim Inafis Polsek Dimembe memasang police line.
• 07.50 WITA: Kedua jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Talawaan ke RS Bhayangkara.
• Camat Talawaan, Alexander C.L. Warbung, juga hadir di lokasi pada pukul 06.30 WITA.

Kerugian Materil dan Korban Luka
Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga mengakibatkan kerugian besar:
Kerugian materil:
• Satu unit rumah permanen beserta seluruh isinya habis terbakar.
• Satu unit mobil hangus terbakar.
• Satu unit sepeda motor turut terbakar.
Korban luka:
Empat orang mengalami luka bakar dan kini dirawat di RS dr. Charles P.J. Southe AURI Lapangan.

Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Pihak Polsek Dimembe masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber api dan memastikan tidak ada unsur kelalaian atau hal lain yang memperparah kejadian.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Desa Mapanget dan sekitarnya.

Pemerintah desa serta aparat terkait terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi dan dicegah di masa depan.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh
(UKW:30506)

Pos terkait

Titik Koma News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *