
MINUT, Titikkomanews– Memasuki satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, fakta baru terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang akhirnya terungkap.
Proyek strategis dengan nilai anggaran mencapai Rp70 miliar itu disebut bukan sekadar program infrastruktur biasa, melainkan hasil perjuangan panjang dan lobi tingkat tinggi yang dilakukan langsung oleh Bupati Joune Ganda di tingkat pusat.
Direktur PDAM Minahasa Utara, Roland Maringka, mengungkapkan bahwa proyek SPAM KSPN Likupang merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah Likupang Timur yang menjadi bagian dari destinasi super prioritas nasional.
“Proyek ini bukan datang begitu saja. Ini melalui proses panjang, komunikasi intensif, dan lobi-lobi strategis di tingkat kementerian. Tidak mudah mendapatkan proyek dengan nilai fantastis seperti ini,” ujar Roland.
Libatkan Banyak Kementerian
Menurut Roland, pembangunan SPAM KSPN Likupang tidak hanya melibatkan Kementerian PUPR, tetapi juga sejumlah kementerian strategis lainnya.
Selain Kementerian PUPR, proyek ini turut melibatkan Kementerian Infrastruktur dan ATR/BPN, Kementerian Pariwisata, hingga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hal itu dikarenakan sebagian lahan yang digunakan berada dalam penguasaan PTPN serta masuk dalam kawasan pengembangan pariwisata nasional.
“Karena ini berada di kawasan strategis pariwisata nasional, koordinasinya lintas kementerian. Termasuk soal lahan yang dikuasai PTPN, itu harus melalui pembahasan bersama. Jadi prosesnya panjang dan kompleks,” jelasnya.
Ia menegaskan, tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan kesempatan serupa, mengingat hampir seluruh kabupaten/kota mengajukan permohonan pembangunan SPAM dengan nilai besar.
“Banyak daerah mengusulkan proyek serupa. Tapi Minahasa Utara bisa mendapatkannya. Ini adalah hasil perjuangan panjang Pak Bupati,” tambah Roland.
Dari Perjuangan ke Pengelolaan Daerah
Kini, setelah infrastruktur tersebut rampung dibangun pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara resmi mengambil alih pengelolaan SPAM KSPN Likupang.
Pengalihan pengelolaan itu menjadi simbol konkret kinerja setahun JG–KWL di periode kedua. Tidak hanya berhasil memperjuangkan pembangunan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaan berada di bawah kendali daerah demi optimalisasi pelayanan.
Bupati Joune Ganda sebelumnya menegaskan bahwa pengelolaan SPAM akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata Likupang.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan pemenuhan hak dasar masyarakat,” tegas Joune dalam kesempatan terpisah.
Gebrakan Besar untuk Likupang
Roland menyebut, proyek senilai Rp70 miliar tersebut menjadi salah satu gebrakan besar dalam kepemimpinan JG–KWL.
“Inilah hasil perjuangan panjang yang dilakukan Bupati Joune Ganda. Tidak mudah mendapatkan proyek ini. Ini langkah dan gebrakan hebat untuk Minahasa Utara,” tandasnya.
Dengan beroperasinya SPAM KSPN Likupang dan pengelolaan resmi oleh Pemkab Minut, layanan air bersih di kawasan Likupang Timur diharapkan semakin stabil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai penyangga destinasi pariwisata prioritas nasional di Sulawesi Utara.
Setahun periode kedua JG–KWL pun ditandai bukan hanya dengan retorika pembangunan, melainkan dengan infrastruktur nyata yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Adapun, pengalihan pengelolaan tersebut ditandai dengan serah terima aset dan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemkab Minut dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Utara serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, pada Tanggal 6 Februari 2026 lalu, di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara.
Langkah ini menjadi tonggak penting, bukan hanya dalam mendukung pengembangan KSPN Likupang sebagai destinasi super prioritas nasional, tetapi juga sebagai jawaban konkret atas kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat Likupang Timur.
Aset Strategis Nasional Resmi Dikelola Daerah
SPAM KSPN Likupang merupakan proyek infrastruktur strategis yang dibangun pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Infrastruktur ini mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan transmisi, hingga pipanisasi ke wilayah permukiman.
Sementara itu, BWS Sulawesi I membangun Bendung Air Baku Lumpias sebagai sumber suplai air, dan BPBPK Sulut menangani pembangunan sarana permukiman serta jaringan distribusi.
Bupati Joune Ganda menegaskan, seluruh aset negara yang telah diserahterimakan akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Pengelolaan aset negara harus dilakukan secara tertib administrasi dan tidak boleh menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Pemerintah daerah siap bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan SPAM KSPN Likupang,” tegas Joune.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan layanan dasar yang wajib dijamin pemerintah daerah. Dengan pengelolaan berada di bawah kendali Pemkab Minut, arah kebijakan pelayanan dinilai akan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Layani Empat Desa di Likupang Timur
Direktur PDAM Minahasa Utara Roland Maringka menjelaskan, pengalihan pengelolaan SPAM tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga.
“Layanan air bersih ini akan melayani masyarakat di Desa Marinsow, Desa Kinunang, Desa Pulisan, dan Desa Kalinaun. Ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Roland.
Ia menambahkan, sesuai arahan Bupati, PDAM Minut akan memprioritaskan peningkatan mutu layanan, kontinuitas suplai air, serta pemeliharaan infrastruktur agar sistem dapat beroperasi optimal dan berkelanjutan.
“Komitmen pelayanan publik menjadi kewajiban kami. Infrastruktur ini harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Prestasi Nasional dan Dukungan Program Asta Cita
Tak hanya sukses dalam pengalihan pengelolaan SPAM, Bupati Joune Ganda juga menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bupati yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI atas komitmen Pemkab Minut dalam mendukung pembangunan infrastruktur air terpadu dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian International Conference on Infrastructure (ICI) dan Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 di Jakarta.
Apresiasi itu dinilai sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan infrastruktur dasar dan kemandirian layanan publik.
Direktur PDAM Minut Roland Maringka juga menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan sektor air minum di daerah.
“Forum internasional tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagi inovasi dan memperkuat komitmen peningkatan akses air bersih bagi masyarakat,” ungkap Roland.
Bukti Kepemimpinan Tahun Pertama Periode Kedua
Peralihan pengelolaan SPAM KSPN Likupang menjadi simbol konkret kinerja satu tahun JG–KWL di periode kedua. Di tengah tantangan pembangunan infrastruktur dan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan layanan dasar, langkah ini menunjukkan arah kebijakan yang fokus pada kebutuhan riil warga.
Dengan kendali pengelolaan berada di tangan daerah, Pemkab Minut diharapkan mampu memastikan keberlanjutan layanan, meningkatkan kualitas distribusi air, sekaligus mendukung geliat pariwisata di kawasan Likupang yang menjadi etalase Sulawesi Utara di tingkat nasional maupun internasional.
Air bersih bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi fondasi kesejahteraan. Dan melalui pengalihan SPAM KSPN Likupang, kepemimpinan JG–KWL menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak dasar masyarakat.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh






