MINUT, Titikkomanews – Para Legislator di DPRD Minut keluhkan sejumlah toilet di bangunan gedung pimpinan atau yang berada di lantai satu lobi kantor, tidak berfungsi.
Hal tersebut dikemukakan para Legislator, diantaranya ada Ronald Kaawoan, Christian Gaja Kolulu dan Ricky Lumentut.
Ketiganya terpantau baru turun dari lantai dua ruangan para Pimpinan DPRD, dan langsung bergegas mencari toilet.
Alhasil, toilet yang berada di sayap kiri dan sayap kanan tidak berfungsi karena tidak dialiri air dan bahkan bau menyengat.
“Toilet banyak tapi tidak ada air,” ujar ketiganya usai bergantian dari toilet pada sayap kiri dan kanan.

Sementara itu, Kabag Persidangan di DPRD Minut, Dolly Kenap yang kebetulan lewat pun mengakui, kalau kendala tidak berfungsinya toilet, dikarenakan aliran air pada pompa sedang rusak.

“Memang ada masalah di pompa air yang mengaliri toilet bagian depan, sehingga saat ini belum difungsikan,” ujarnya.

Bupati Joune Ganda, pada acara malam Tos Kenegaraan (17/08) lalu, memberikan pesan yang menyentuh hal-hal mendasar.
Bupati Joune Ganda menyinggung satu isu yang sering luput dari perhatian, yakni kebersihan toilet.
Menurutnya, meskipun terlihat sepele, kebersihan toilet adalah cerminan penting dari peradaban suatu bangsa.
“Di negara-negara maju, sudah tidak ada lagi toilet jongkok,” ujar Joune Ganda, menekankan pentingnya adopsi standar kebersihan yang lebih baik.
Ia melanjutkan, banyak pihak seringkali memikirkan proyek-proyek besar, namun mengabaikan hal-hal kecil seperti pengelolaan kebersihan toilet yang masih jauh dari kata sempurna.
Joseph Dengah, personil fraksi Golkar pun mengakui, jika persoalan toilet ini terkadang diabaikan.
“Kami ini malu kalau ada tamu dari luar, padahal, kalau kami mengunjungi daerah lain, toiletnya begitu bersih,” katanya sembari akan mengingatkan hal tersebut dalam rapat pimpinan bersama anggota yang akan berlangsung, Selasa 9 September besok.
Terpantau, Senin 08 September 2025 sore, tengah berlangsung rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD di ruang rapat ketua Dewan.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh






