Dispora Minut Fokus Pembinaan Atlet dan Event, Ruben Akui Anggaran Rp600 Juta di Tahun 2026 Tidak Cukup

Kadispora Ruben Lengkong (kemeja putih kedua dari kiri) bersama atlet dan ofisial cabor renang didampingi Kabag Ortal Herman Mengko pada ajang Porprov Manado.

MINUT, Titikkomanews — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memaparkan arah kebijakan pembinaan prestasi olahraga tahun 2026, mulai dari program prioritas, fokus cabang olahraga, hingga keterbatasan anggaran yang dihadapi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Minut, Ruben Lengkong, Senin (06/04), menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pihaknya akan menitikberatkan pada penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga serta pengembangan olahraga rekreasi yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Kadispora Ruben Lengkong (kemeja putih kedua dari kiri) bersama atlet dan ofisial cabor renang didampingi Kabag Ortal Herman Mengko pada ajang Porprov Manado.

“Program prioritas kami antara lain penyelenggaraan kejuaraan multi event dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, HUT Kabupaten Minut, serta Hari Olahraga Nasional. Selain itu, kami juga mendorong pembinaan olahraga rekreasi dan wisata untuk mendukung Likupang Tourism Festival 2026,” ujar Lengkong.

FOKUS CABANG UNGGULAN DAN STRATEGI JANGKA PANJANG

Dispora Minut saat ini memprioritaskan beberapa cabang olahraga unggulan daerah, di antaranya sepak bola, tenis meja, bola basket, bola voli, dan catur.

Untuk strategi jangka panjang, Dispora berencana membentuk Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) yang menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA berprestasi.

Selain itu, akan digelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) sebagai ajang seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun demikian, Dispora mengakui hingga saat ini belum memiliki program pembinaan usia dini atau talent scouting yang terstruktur.

ANGGARAN TERBATAS, KEBUTUHAN BELUM TERPENUHI

Dari sisi anggaran, Dispora Minut hanya mengantongi alokasi sekitar Rp600 juta dalam APBD Tahun 2026 untuk sektor olahraga. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti penyelenggaraan kejuaraan tingkat kabupaten (bola basket, tenis meja, dan sepak bola), pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi, pendampingan atlet yang berlaga, peningkatan kualitas pelatih sepak bola, hingga pembinaan olahraga rekreasi masyarakat.

“Kalau ditanya cukup atau tidak, tentu belum cukup. Apalagi dengan adanya efisiensi anggaran,” tegas Lengkong.

SARANA MINIM, PEMELIHARAAN JADI PRIORITAS

Terkait fasilitas, Dispora belum memiliki rencana pembangunan maupun renovasi sarana olahraga pada tahun 2026. Meski demikian, pihaknya akan mengusulkan anggaran pemeliharaan Gedung Olahraga (GOR) dan kantor Dispora melalui APBD Perubahan.

DUKUNGAN ATLET DAN KOLABORASI

Dalam hal pembinaan, Dispora tetap memberikan penghargaan atau bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.

Selain itu, Dispora juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), serta cabang-cabang olahraga di bawah naungannya.

Pada tahun 2026, Dispora Minut menargetkan penyelenggaraan sebanyak tujuh event olahraga sebagai bagian dari upaya meningkatkan gairah olahraga sekaligus menjaring atlet potensial daerah.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Dispora berharap dukungan anggaran dan sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat demi mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Minahasa Utara ke level yang lebih tinggi.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh
(UKW:30506)

Pos terkait

Titik Koma News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *