Diduga Terjadi Perpecahan di Demokrat, Pencalonan Elly Lasut di Pilgub Terancam

oleh -184 Dilihat
oleh

SULUT, Titikkomanews – Isu perpecahan diduga terjadi di kubu partai Demokrat Sulut. Informasi ini terendus menjelang Pemilihan Gubernur 2024 ini.

Sumber internal Demokrat menyebut, terjadi friksi antara dua kubu yang berpengaruh di DPP Demokrat terkait pencalonan Elly Lasut (E2L).

Perbedaan kepentingan yang besar menjadi pemicu utama tarik menarik antara kubu-kubu ini. Kubu Elly E Lasut berusaha keras untuk menyatukan perpecahan tersebut, didorong oleh tingginya elektabilitas E2L. Namun, tantangan besar yang dihadapi kubu ini adalah kurangnya logistik yang mumpuni. Meski E2L berpasangan dengan Jan Maringka, pasangan ini diprediksi akan kesulitan dalam hal logistik dan jaringan politik yang kuat.

Di sisi lain, kubu yang berseberangan adalah sahabat dekat Ketua Umum AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), yang dikenal memiliki pengaruh besar di DPP Demokrat serta dukungan logistik yang kuat. Tanpa dukungan dari “Pandu” (Sandi, sahabat AHY), E2L diibaratkan seperti kendaraan tanpa bahan bakar. Sumber internal mengungkapkan bahwa selama kedua kepentingan ini tidak menemukan titik temu, E2L akan sulit maju dalam Pilgub 2024.

Ketua Umum AHY sendiri turun tangan untuk memediasi kedua kubu tersebut. Namun, usaha ini menemui tantangan besar mengingat “Kubu Pandu” merasa tidak membutuhkan E2L karena sudah memiliki jaringan kuat di lingkup partai politik,”Pandu” juga diketahui sebagai sahabat dekat Gibran, Bendahara MPKT (Majelis Pertimbangan Karang Taruna), dan seorang pengusaha yang mendapatkan penghargaan dari Wakil Presiden Terpilih atas kepedulian sosialnya yang tinggi. Dengan latar belakang ini, peluang E2L semakin mengecil tanpa dukungan “Pandu”.

Sekretaris Demokrat, Billy Lombok, ketika dimintai tanggapan enggan menjawab isu dan desas-desus tersebut. Namun, Billy memastikan bahwa posisinya sebagai pimpinan dewan dan sekretaris DPD Demokrat diperoleh berkat bantuan yang bersangkutan, yang pengaruhnya sampai ke Majelis Tinggi Partai atau ke SBY, Presiden RI ke-6. Billy menegaskan loyalitasnya kepada E2L, tetapi juga menyatakan tidak ingin bersinggungan dengan orang dekat Ketua Umum dan sahabat Wakil Presiden Terpilih.

Billy menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan di Demokrat Sulawesi Utara. “Kami kompak dan biasa jika ada perbedaan pendapat, tapi kami yakin semua akan utuh demi kemenangan di Pilgub. Tidak ada dualisme di internal kami,” ujar Billy bijaksana menanggapi isu tersebut.

Friksi internal ini menjadi sorotan karena berpotensi mempengaruhi dinamika politik Demokrat dalam menghadapi Pilgub 2024. Dengan AHY berusaha meredam ketegangan, masih harus dilihat apakah kedua kubu dapat menemukan titik temu demi keberhasilan partai.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.